Pasang surut kehidupan tidak membuat patah semangat. Justru hal itulah yang menjadi motivasi Heri (31) untuk membangun usaha tempe. Ayah satu anak ini telah menekuni bisnis tempe sejak tahun 2023 tepatnya tanggal 30 Juni. Walaupun usahanya masih terbilang singkat namun produk olahannya sudah mempunyai banyak pelanggan. Sebelum pindah ke Purworejo dan menetap di kota yang berjuluk kota manggis ini, ia sempat bekerja di Surabaya, Jawa Timur sebagai karyawan pabrik di sebuah perusahaan kimia. Berkat kemauan dan tekad yang kuat serta dorongan meneruskan usaha orang tuanya yang sudah berjalan hampir 20 tahun, ia kemudian memutuskan untuk membangun usaha sendiri sehingga resign dari pekerjaannya.
Proses pembuatan tempe cukup lama dimulai dari perendaman kedelai sampai pembungkusan. Dalam sehari ia bisa memproduksi sekitar 10-15 kg kedelai dan menghasilkan kurang lebih 500 biji tempe yang dibanderol dengan harga Rp 400,- per/pcs. Omset yang didapatkan selama satu bulan kira-kira sekitar 6 juta rupiah. Heri mengatakan tidak menerima pesanan karena keterbatasan karyawan dalam membungkus tempe berukuran besar.

Ia memasarkan produknya dengan memasok penjual yang sudah menjadi langgannannya di Pasar Grabag. Produk oalahan nya selalu habis karena kedelai yang digunakan memiliki kualitas tinggi, satu bal atau 50 kg kedelai harganya 700 ribu menghasilkan tempe yang lembut, putih, dan nikmat. Kebanyak pengusaha tempe menggunakan kedelai dengan harga 630-650 ribu. Saat ini usahanya sudah memiliki 4 karyawan. Menurtnya keuntungan menjalankan usaha tempe dapat mencapai 100%.

Kendala yang dialami oleh Heri adalah saat musim hujan. Tempe produksinya membutuhkan daun pisang yang banyak karena pangsa pasar di Grabag lebih menyukai tempe berbungkus daun, sementara ketersediaan daun menipis. Selain itu terkadang banyak juga penjual yang libur saat hujan. Hal tersebut membuat pendapatan menurun. Kedepannya ia berharap agar bisnis yang sedang dirintis bisa berkembang pesat sehingga dapat mempekerjakan banyak karyawan untuk membantu warga sekitar. (nfr)

Reporter : Nur Fajrianti Riflistiadi/33221019
































