Sama seperti gula yang menjadi bahan utama penelitian, krim, susu, dan susu bubuk juga
dianalisis. Namun, tampaknya bahan tersebut tidak berpengaruh pada pola penurunan atau
kenaikan berat badan yang ditunjukkan oleh responden yang terlibat dalam penelitian ini. Hal ini
terlepas dari krim susu dan non-susu yang disukai oleh orang-orang yang berpartisipasi dalam
penelitian ini. Dengan demikian ditemukan bahwa satu-satunya bahan yang menentukan dalam
konsumsi kopi hanyalah pemanisnya.
Dengan demikian penelitian menyimpulkan, kopi memiliki manfaat penurunan berat badan yang
besar meskipun berkafein atau tanpa kafein. Selain itu, kopi juga ditemukan sebagai minuman
yang dapat meningkatkan harapan hidup pada individu. Selama periode penelitian, orang-orang
yang mengonsumsi kopi tanpa gula memiliki tingkat kematian yang relatif lebih rendah, yang
dapat dianggap sebagai temuan bonus dari penelitian tersebut. Sebab, kopi juga berkhasiat untuk
meningkatkan tingkat metabolisme, yang sekaligus dapat bermanfaat untuk menurunkan berat
badan yang stabil pada individu.
Diungkapkan, orang yang mengonsumsi kopi berkafein cenderung mengidam makanan manis
dan kopi manis. Dengan demikian, ini akan membantu kita mendapatkan energi yang dibutuhkan
tanpa menambah kalori, dan dengan demikian menjaga berat badan. Com+ Sekarang, kita
memiliki pemahaman mengenai asupan kopi dan efek negatif dan positif yang dapat
ditimbulkannya saat meminumnya baik dengan pemanis maupun tanpa pemanis.
Sumber Berita: https://lifestyle.kompas.com/read/2023/10/13/152105220/hubungan-antara-kopi-
gula-dan-penurunan-berat-
badan?utm_source=Various&utm_medium=Referral&utm_campaign=Top_Mobile.
Penulis : Bayu Pamungkas
































