TERGIUR DENGAN MANISNYA JAJANAN PISANG MOLEN DAN ONDE-ONDE

Grabag, Purworejo-Pisang molen merupakan makanan yang terbuat dari pisang lalu dililit dengan lembaran tepung tipis. Makanan ini kemudian digoreng dan disajikan ketika hangat, biasanya makanan ini merupakan cemilan khas rakyat Indonesia ketika bersantai di rumah maupun di luar rumah dan akan sangat cocok dinikmati dengan segelas teh atau kopi.

Pisang molen adalah menu makanan yang memiliki cita rasa enak dan terdiri beragam tekstur. Kulit lumpia yang renyah memberikan sensasi gigitan yang kriuk. Sementara pisang di dalamnya memberikan kelembutan dan rasa manis alami. Kombinasi antara pisang dan kulit lumpia yang garing menciptakan kontras yang terasa enak di lidah.

 

Onde-Onde merupakan jajanan pasar yang mempunyai bentuk bulat berwarna keemasan dan ditaburi biji wijen, biasanya Onde-Onde berisikan kacang hijau yang manis.

Awalnya, Onde-Onde merupakan kudapan yang berasal dari Guangdong, Tiongkok yang kemudian diadaptasi oleh di Indonesia. Kala itu, para perantau membawa Onde-Onde dan mengenalkannya ke penduduk seperti negara-negara di Asia Tenggara.

Mutakim (33) merupakan pelaku usaha yang bergerak di bidang perdagangan. Dagangan yang dirinya jual merupakan gorengan berupa onde-onde, molen, dan cireng. Mutakim atau yang bisa kita panggil Akim ini sudah berjualan sejak tahun 2016 di mana Akim ini berjualan untuk pertama kalinya di Bandung dan pindah ke Purworejo pada tahun 2019, di Kelurahan Cangkrep.

Akim hanya bertahan di Kelurahan Cangkrep selama 2 minggu saja. Karena bagi Akim di sana peluang dagangan yang dirinya jual kurang laris dan cenderung sepi. Maka dari itu Akim memutuskan untuk pindah ke Desa Dukuhdungus, Kecamatan Grabag, Jalan Ketawang Km 7, Kabupaten Purworejo. Akim berjualan di depan toko meubel persis dan juga persis di samping Alfamart, sehingga bagi Akim peluang dagangannya laris manis lebih besar dari pada di Kelurahan Cangkrep. Sudah hampir 3 tahun Akim berjualan di Desa Dukuhdungus.

Kebetulan juga daerah sekitar Akim berdagang mulai ramai dengan orang-orang yang berjualan makanan maupun minuman. Tempat jualan yang strategis dan dekat dari rumah membuat Akim semakin betah di Desa Dukuhdungus. Bahkan rumah Akim sendiri berada di desa tetangga, yaitu Desa Jono RT01 RW02, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Advertorial

Akim membutuhkan sekitar 2kg pisang dan adonan kulit molen untuk membuat molen mini perhari. Dan ½kg kacang hijau untuk membuat onde-onde per hari, sedangkan untuk adonan onde-onde Akim membutuhkan 1kg adonan.

Dari ketiga dagangan Akim yang paling laris adalah onde-onde mini. Namun, rata-rata orang beli dagangan Akim di campur onde-onde mini, molen mini, dan cireng mini. Ketiga gorengan tersebut di bandrol dengan harga 500 perak/pcs, dulu Rp1.000,00 dapat 3 akan tetapi karena bahan-bahan naik harga dari ketiga gorengan tersebut pun di naikan. Akim ini berjualan dengan gerobak, yang di mana buka dari jam 4 sore sampai malam atau sampai habis.

Akim mempunyai banyak cara dalam memasarkan dagangannya melalui sosmed Instagram, Tiktok, dan Facebook. Sosmed Akim yang paling aktif merupakan Facebook, dan akunnya adalah @Akim Q.
Bagi Akim kendala terbesarnya adalah hujan, karena hujan orang-orang malas untuk keluar dari rumah atau keluar untuk jajan. Maka dari itu Akim mengatakan bahwa dirinya harus lebih ekstra sabar, karena rejeki sudah diatur oleh Allah SWT.

Reporter : Farah Amalia Putri Zulda/33221001

Advertorial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *