Cilok adalah salah satu jajanan jalanan khas Bandung yang telah lama menjadi favorit masyarakat. Nama “cilok” berasal dari singkatan “aci dicolok,” yang secara harfiah berarti “tepung tapioka yang ditusuk.” Kudapan ini biasanya dijual oleh pedagang kaki lima ataupun gerobak kecil di sekitar sekolah, pasar, dan pusat keramaian lainnya.
Ajid (49) merupakan salah satu pedagang cilok yang mangkal di pusat keramaian. Ia mulai berjualan sejak 1 tahun terakhir. Ia berjualan tidak langsung dari modal sendiri melainkan ada pemilik yang menyetori cilok tersebut. Untuk bahan-bahan cilok biasanya disetor dari pemilik. Dalam sehari biasanya ia diberi stok cilok sekitar 400 biji yang dijual 1 biji Rp500,-.

Ajid biasanya mulai berjualan dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00. Ia biasanya mangkal di dekat Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo dan terkadang pindah di sebelah timur Alun-alun Kutoarjo. Dalam sehari ia tidak menentu omset penjualan yang didapat karena tergantung pembeli.

Selama berjualan ada kendala yang dialami oleh Ajid. Diantaranya saat harga bahan baku yang mahal maupun kondisi yang membuat pembeli jarang untuk membeli, ataupun kendala yang lain. Di balik kendala tersebut, Ajid tidak pernah putus asa untuk terus berjualan. (ardt)
Reporter : Aurum Ria Devi Triana/33221009

































