Kontribusi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak perlu diragukan. UMKM
merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi
kriteria sebagai usaha mikro. UMKM juga merupakan salah satu penopang utama perekonomian
Indonesia. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM menjadi penting untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi Indonesia.
Sambel pecel adalah salah satu masakan khas Nusantara yang kian digandrungi baik sebagai makanan
maupun bisnis tambahan. Salah satu UMKM Purworejo yang tetap eksis menjual sambel pecel dari
tahun 1999 sampai sekarang adalah “Sambel Pecel Bu Must”. Bisnis ini dijalankan oleh istri dari
Mustanir, S.Pd.i. Bertempat di Giri Rejo Timur, Kutoarjo, Kec. Kutoarjo, Kab.
Purworejo, Jawa Tengah.

Ide bisnis tersebut berawal dari Barsi yang berjualan gula aren di salah satu kios yang ada di dalam pasar
Kutoarjo. kala itu, gula yang belum laku dijual teksturnya berubah menjadi lembek dan Barsi berfikir
untuk membuat sesuatu yang bisa dijual, lalu gula tersebut dibuat sambel pecel. Pembuatannya dirasa
gampang dan bisa sambil jualan nasi pecel di pasar.
“Sambel Pecel Bu Must” bertekstur kering dan tidak berminyak. Tak perlu repot lagi mengulek kacang
demi menikmati sambel pecel. Pasalnya, “Sambel Pecel Bu Must” bisa dinikmati secara instan. Sambel
pecel disulap menjadi bentuk pasta cukup diambil sebagian dari pasta sambal, kemudian diseduh
dengan air hangat, diaduk, dan dituangkan diatas sayur – sayuran, pecel pun siap dinikmati.
Penggunaan bahan – bahan yang berkualitas “Sambel Pecel Bu Must” bisa bertahan 1 – 2 bulan pada
suhu ruang. “Penyimpanannya itu seharusnya dari awal kondisi masih keadaan baru langsung disimpan
ke dalam kulkas sampai tahunan juga tidak apa apa,” katanya.

Dengan metode pemasaran secara Word Of Mouth Marketing atau pemasaran yang dilakukan dari
mulut ke mulut peminat “Sambel Pecel Bu Must” datang dari berbagai daerah banyak dari luar kota
mulai dari Jakarta, Jambi, Palembang, Sumatera bahkan sampai keluar negeri.
“Kemasan yang digunakan tergantung pemesan, untuk kemasan kotak plastik saya hanya menyediakan 2
ukuran ukuran 250 gr dan 500 gr, harganya kalau yang dikemas plastik itu biasa cuma Rp75.000 per kilo,
tapi kalau yang pakai kotak plastik itu Rp80.000 per kilo karena Rp5.000 buat ganti tempatnya,” katanya.
Sementara itu, kendala yang dirasakan ibu tiga anak ini lebih ke mencari bahan yang cocok untuk
membuat sambel susah. Pemilihan gula aren harus tepat dan kacang yang digunakan masih baru yang
belum lama panen . Harapan kedepan “Sambel Pecel Bu Must” tetap eksis dan ada yang meneruskan
usaha tersebut.(*Ra)

Reporter : Ria Ardiyanti / 33221008
































