Siti Nadiro pemilik usaha Kripik Pisang Najmi, sejak awal tahun 2020 mulai memproduksi kripik pisang. Sebelumnya Siti mempunyai usaha warung sembako, seiring berjalanya waktu dan persaingan warungnya mulai sepi. Berlanjut ibu dua orang anak ini mempunyai ide untuk membuat kripik pisang, awal memproduksi hanya dijual dengan harga lima ribuan. Awal mencoba pemasarannya ditempat kerja suami, lama-lama laku dan banyak yang memesan.

Beralamt di Lugosobo rt.2 rw.4 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, Siti memproduksi kripik pisang masih menggunakan alat manual. Menggunakan parutan pisang lebih tipis sehingga menghasilkan kripik yang renyah dan garing. Siti menuturkan “rasanya beda sama yang di toko-toko yakin, masalahnya yang sudah pernah makan itu satu bungkus langsung habis”. Sementara ini hanya memproduksi rasa original dengan bumbu garam dan bawang. Pernah membuat farina rasa manis kata pelanggan kurang cocok dengan rasanya. Menggunakan pisang kapok muda hasil petikan langsung dari pengepul langganan didekat rumah.

Apabila ada pesanan siap melayani, karena tidak setiap hari produksi kalau ada pesana baru membuat. Kalau dititipkan dipasar terlalu banyak, tidak pasti cepat laku karena tidakmau mengambil resiko terlalu besar. Hanya beberapa yang dititipkan di warung dan dipasar, stok yang dititpkan juga tidak terlalu banyak. Apa bila stok yang dititipkan habis biasanya pemilik warung akan memesan lagi. Kemasan yang digunakan ukuran 1 kg dihargai Rp 60.000 dan ½ kg dihargai Rp 30.000, ada juga kemasan kecil diharga Rp 10.000 dan Rp 5000.
Kendala yang dihadapi Siti Nadiro saat ini “ terkendala dalam pemasaran, saya sendiri bisa membuat tapi belom bisa memasarkan secara maksimal untuk saat ini tidak setiap hari produksi, apa bila ada pesanan baru memproduksi lagi”. “Untuk pemasaran online belum berjalan maksimal karena kurang tlaten, pernah dimasukkan shopee tapi belum ada perkembangan,tutur Siti Nadiro “.Kendala yang lain terkait dalam mencari bahan baku apabila tidak pas musim pisang, tergolong sulit untuk mencarinya.

Sementara ini ada salahsatu warung di Wonosobo dan Banjarnegara yang sering memesan keripik pisang tersebut. Untuk di wilawah Purworejo Siti menitipkan di salah satu warung di Pasar Pagi Purworejo, dan salah satu warung di Lugosobo. Harapan Siti Nadiro untuk usaha kedepan inginya maju dan sukses, serta ingin mempelajari pemasaran online agar maksimal.(fan)
Reporter : Fahmi Aditya Nugraha/33221012
































